Menag: Ponpes Perlu Introspeksi

PURWOKERTO-Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni mengatakan, pimpinan pondok pesantren (ponpes) perlu introspeksi untuk mengakui kelemahan yang dimiliki dalam penyelenggaraan pendidikan bagi para santrinya. “Mengakui kelemahan menjadi sesuatu yang penting,” kata Maftuh seusai meninjau beberapa ponpes di Kabupaten Banyumas, Senin kemarin. Menag meninjau Ponpes Raudhotuttolibin Sirau, Banyumas, Ponpes Al-Ihya Ulumaddin, Kesugihan Kidul, Kabupaten Cilacap, dan beberapa ponpes lain.

Menurut dia, kendati basis ponpes adalah sebagai penyelenggara pendidikan keagamaan, ponpes tidak boleh menutup diri dan seharusnya mau menerima tambahan materi pelajaran umum sesuai dengan tuntutan zaman.

“Banyak orang tua malas memasukan anak ke madrasah atau ponpes lantaran ada kekhawatiran di masa datang tak bisa berbuat apa-apa. Padahal anak-anak juga punya hak sama untuk menerima materi pengetahuan umum,” katanya.
Perkembangan Zaman Di sisi lain, lanjut dia, moral bangsa dewasa ini semakin memprihatinkan. Salah satu penyebabnya adalah tak diperhatikannya pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman. “Santri dari ponpes juga berkeinginan duduk di legislatif,” katanya.

Sekarang, tambah dia, ponpes dan madrasah butuh tambahan pengetahuan umum sebagai bekal hidup di masyarakat. Pendidikan di bawah Depag sekitar 92 persen adalah swasta. Sejak adanya UU Sisdiknas, pendidikan baru mendapat perhatian. Sebelumnya, lembaga pendidikan swasta itu banyak yang dalam posisi “hidup segan mati pun tak mau”.

Untuk menebus kesalahan itu, mulai tahun 2009 pemerintah melalui Depag melakukan rehabilitasi Madrasah Ibtidaiyah, tahun 2010 Madrasah Tsanawiyah, dan tahun berikutnya Madrasah Aliyah. “Program ini diharapkan berlanjut terus meski menterinya berganti,” kata Maftuh. (Suara Merdeka ant-45)

Both comments and pings are currently closed.

2 Responses to “Menag: Ponpes Perlu Introspeksi”

  1. M. Sa'dullah mengatakan:

    Kunjungi…
    http://www.thohiriyyah.com
    situs pondok pesantren yang ada di purwokerto.