Panik, Cabut Berkas Pendaftaran Siswa Baru

PURWOKERTO-Menjelang batas akhir pengumuman jurnal penerimaan peserta didik (PPD) tingkat SMA/SMK di Banyumas hari ini (3/7), sejumlah orang tua dan siswa tampak mulai panik. Mereka yang sudah mengetahui anaknya tidak bakal masuk ke SMA favorif itu, serentak mencabut berkas pendaftaran.

Dari pantauan, di sejumlah SMA yang ada di Purwokerto dan sekitarnya jumlah pendaftar yang mencabut berkas mencapai ratusan. Selain ada yang didampingi orang tua, pencabutan berkas pendaftaran juga dilakukan sendiri oleh siswa yang bersangkutan.

“Kami panik setelah melihat jurnal kemarin. Jumlah pendaftar di SMA 5 sangat banyak, lima ratusan lebih pendaftar. Anak saya tidak bisa masuk,” kata Sudaryo (47) didampingi istrinya, Uni Widiati (38) yang langsung mencabut berkas pendaftaran di Jalan Gereja Purwokerto.

Puluhan orang tua dan pendaftar lain juga ikut mencabut berkas pendaftaran di SMA tersebut. Panitia sibuk melayani pencabutan yang serentak itu.

“Besok (hari ini-red) kan hari terakhir pengumuman jurnal. Jadi sekarang (kemarin-red) saya membawa anak mendaftar di SMA 3,” jelas Sudaryo, warga Karanggude Kulon Kecamatan Karanglewas ini.

Sudaryo bersama istrinya kemarin langsung membawa anaknya, Melinda Merdeka Sari (15) ke SMAN 3. “Mudah-mudahan di SMA 3, saya diterima,” kata Melinda yang lulusan SMP N 1 Karanglewas ini.

Di SMAN 4 Purwokerto, hingga pukul 12.00  tercatat sebanyak 98 pendaftar yang mencabut berkas pendaftaran. Para orang tua dan pendaftar, bergerombol di halaman sekolah untuk melihat jurnal yang diumumkan.

Setelah mengetahui kalah saing, mereka pun kemudian mencabut berkas pendaftaran. Seperti yang dilakukan Arif S dan Yulian Japar dari SMPN 2 Patikraja yang mencabut pendaftaran di SMAN 4 Purwokerto.

Mereka yang mengaku panik itu, memilih sekolah swasta. “Saya takut mendaftar di sekolah negeri. Saya akan mendaftar di SMK Bintek Tanjung,” kata Arif dengan nada datar.
Pendaftar Naik Sementara itu, di SMKN 2 Purwokerto jumlah pendaftar mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada hari pertama Rabu (1/7) jumlah pendaftar 622 orang.

“Jumlah pendaftar meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Sekretaris PPD SMKN 2 Purwokerto, Drs Hari Purwanto, Kamis (2/7).

Pendaftar di SMK itu terus memantau layar monitor yang disediakan pihak sekolah. Hingga pukul 11.00, jumlah pendaftar kemarin sebanyak 525 orang.
Sehingga untuk dua hari pendaftaran mencapai 1.147 orang. “Pada tahun sebelumnya hanya tujuh ratusan pendaftar,” kata Hari.

SMKN 2 Purwokerto menyediakan 3 kelas jurusan mesin, 2 kelas audio, 3 kelas listrik, 3 kelas bangunan dan 1 kelas Teknis Survey Pemetaan (TSP). Jumlahnya 12 kelas.

Peningkatan pendaftaran juga terjadi di SMA N Jatilawang. Kepala Sekolah SMA N Jatilawang, Drs H Toha MSi mengatakan, sebagai sekolah yang membuka kelas imersi, para pendaftar yang ingin masuk sekolah tersebut cukup banyak.
“Alhamdulillah sekolah kami diminati. Jumlah pendaftar tahun ini meningkat dibanding sebelumnya,” kata Toha yang belum mengetahui angka pastinya. (Suara Merdeak K5,G22-33)

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.