CILACAP – Penduduk liar yang dimungkinkan saat ini berada di wilayah Nusakambangan, dalam waktu dekat akan dirazia. Operasi itu bertujuan untuk memastikan tidak ada orang yang tidak jelas asal-usulnya di pulau itu. ’’Operasi akan digelar dalam pekan ini. Operasi merupakan kegiatan rutin tahunan yang digelar Pemkab,’’ kata Kepala Satuan Polisi Pamongpraja (Satpol PP) Cilacap, Paulus Triyanto, Selasa (28/10).
Paulus mengatakan, setidaknya akan ada tiga lokasi di Nusakambangan yang menjadi sasaran operasi. Tiga lokasi itu di Klaces, Lempung Pucung, dan Masigit Sela. Semua lokasi itu berada di bagian barat Pulau Nusakambangan.
’’Fokus operasi kali ini memang difokuskan ke tiga wilayah tersebut.
Jika nantinya ada perkembangan maka wilayah operasi bisa bertambah,’’ katanya.
Dikatakan, dari pengalaman tahun sebelumnya, lokasi-lokasi itu memang tempat favorit bagi para pendatang ilegal. Para pendatang membuka lahan dan mengubah lahan hutan menjadi area persawahan.
Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Cilacap, Yayan Rusyawan menambahkan, operasi pada tahun-tahun sebelumnya, mengangkap puluhan pendatang liar.
Tinggalkan Pulau
Mereka yang terkena razia diminta segera meninggalkan pulau tersebut yang dibarengi dengan pengawasan ketat.
’’Kebanyakan dari mereka datang dari wilayah Jawa Barat yang memang dekat dari wilayah ini,’’ kata Yayan.
Dikatakan, para pendatang liar itu selama ini memang hanya melakukan pengubahan lahan. Dari yang sebelumnya lahan belukar/hutan menjadi lahan sawah/ertanian.
Jumlah total lahan wilayah Nusakambangan barat yang sudah diubah menjadi sawah, saat ini, mencapai 10 hektare.
’’Operasi harus terus digelar agar tidak ada lahan lain yang berubah menjadi sawah,’’ tambahnya.
Baik Paulus maupun Yayan mengatakan, perlunya penjagaan Nusakambangan dari mereka yang ingin mengubah lahan hutan menjadi sawah mutlak diperlukan. (Suara Merdeka G21-75)
