Implementasi Kurikulum 2013

Sebagai persiapan impelementasi kurikulum baru yang mulai diberlakukan mulai tahun ajaran baru ini, Pelatihan Kurikulum 2013  sudah dilangsungkan dari tanggal 9-13 Juli 2013. Menurut Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidik dan Pen­jamin Mutu Pendidikan (BPSDM-PMP) Kemdikbud, Sya­wal Gultom di Jakarta, “ Inti pelatihan guru itu nanti ba­gai­mana mengubah sikap dan pa­ra­digma guru yang selama ini cende­rung mendominasi menjadi guru se­bagai inspirasi. Setelah itu akan be­ri­kan keterampilan un­tuk menerapkan kurikulum ini”. Untuk wilayah Jawa Tengah sendiri pelatihan bagi Kepala Sekolah dan guru berlangsung di 6 kabupaten/kota.

Pelatihan Kurikulum 2013 ini dilakukan secara bertahap, mulai dari pelatihan kepada instruktur nasional yang sudah dilaksa­na­kan pada bulan Juni, dilanjutkan guru inti dan terakhir kepada guru sasaran selama 5 hari.

Adapun tujuan umum dari pelatihan kurikulum 2013 bagi guru sasaran SD dan SMP agar guru dapat mempersiapkan pembelajaran, melaksanakan dan mengevalusai pembelajaran pada Kurikulum 2013 dengan baik dan benar. Beberapa tujuan khusus diantaranya pemahaman rasionalitas Kurikulum 2013, elemen perubahan kurikulum, Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD). Selain itu guru juga dituntut untuk memahami Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan cara pelaksanaan pembelajaran sesuai tuntutan kurikulum baru.

”Buku siswa dan buku guru di­be­rikan agar mereka bisa menganalisis bahan-bahan ajar, RPP yang kita berikan juga berasal dari diskusi para guru, serta video tutorial sebagai contoh pembelajaran dalam kelas,” ungkap Syawal Gultom.

Implementasi kurikulum pada tahun ajaran 2013/2014 ini diberlakukan untuk kelas I dan IV SD, SMP kelas VII dan SMA/SMK kelas X pada sekolah-sekolah yang telah ditunjuk oleh Kemdikbud, jumlahnya masih sedikit disetiap jenjangnya atau baru sekitar 6000 sekolah disemua jenjang. Pelatihan kepada guru sasaran akan terus dilanjutkan hingga tahun 2015.

Hasil yang diharapkan guru akan memiliki keterampilan mengajar dengan menerapkan pendekatan scientific secara benar, penerapan model pembelajaran Problem Based Learning, Project Based Learning dan Discovery Learning.

(Sunarto – Dindik Bms)

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.