Pengusaha siap patuhi UMK

PURWOKERTO – Dalam sosialisasi kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) Banyumas tahun 2009 yang naik 11,30 persen, Sabtu (29/11), sejumlah pengusaha yang hadir menyatakan siap mematuhi ketentuan tersebut. Bagi pengusaha yang belum bisa menerapkan UMK baru, Pemkab Banyumas memberikan kesempatan untuk mengajukan penangguhan.

Kepala Hubungan Pengawasan Ketenagakerjaan, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Banyumas, Susanto mengatakan, kenaikan UMK yang tergolong cukup tinggi selama kurun waktu empat tahun ini, diharapkan dapat menjamin pemenuhan kehidupan para pekerja. Walaupun standar UMK yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Banyumas itu belum memenuhi standar KHL tahun 2009 sebesar Rp 682.222.

Penangguhan
”Kami berharap besaran kenaikan UMK ini bisa memberikan penghidupan yang lebih baik bagi para tenaga kerja,” katanya.

Sementara itu, bagi perusahaan yang belum bisa menerapkan UMK baru, Susanto menyarankan untuk mengajukan penangguhan. Batas akhir pengajuan tersebut jatuh pada bulan Desember 2008.

”Untuk persyaratan pengajuan penangguhan, harus melalui kesepakatan bipartit (dua pihak, red) antara perusahaan dengan tenaga kerja. Selain itu juga harus dilengkapi dengan bukti neraca laba dan rugi, untuk memperkuat bukti bahwa perusahaan itu memang belum bisa melaksanakan ketentuan kenaikan UMK,” papar Susanto. hef-Tj (Wawasan)

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.